
Berdasarkan klaim pabrikan, sebuah Air Conditioner (AC) rata-rata dirancang untuk memiliki masa pakai yang sangat panjang, yakni antara 5 hingga 10 tahun pemakaian normal. Namun pada kenyataannya, banyak konsumen yang mengeluhkan bahwa AC mereka sudah sering masuk bengkel atau tidak dingin lagi padahal baru berumur satu atau dua tahun. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Sebelum menyalahkan kualitas dari merek pabrikan, sangat penting untuk mengevaluasi bagaimana cara kita mengoperasikan pendingin ruangan tersebut sehari-hari. Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan sepele yang sangat merugikan komponen mekanis AC. Jika Anda ingin unit AC di rumah Anda awet, segera hindari lima kebiasaan buruk berikut ini:
1. Membuka Pintu dan Jendela Saat AC Menyala
AC dirancang untuk mendinginkan udara di dalam ruang tertutup. Jika Anda menyalakan AC namun membiarkan pintu kamar terbuka lebar atau sering keluar masuk tanpa menutupnya kembali dengan rapat, udara dingin akan terus mengalir keluar sementara udara panas dari luar akan terus masuk. Hal ini menyebabkan sensor suhu (termostat) mendeteksi bahwa ruangan belum dingin, sehingga memerintahkan kompresor untuk terus bekerja keras tanpa henti. Beban berlebih inilah yang menjadi penyebab utama kompresor cepat jebol.
2. Sering Mematikan dan Langsung Menyalakan Kembali (Jeda Waktu Pendek)
Terkadang, kita mematikan AC secara tidak sengaja melalui remote, lalu dengan panik langsung menekan tombol power untuk menyalakannya kembali di detik yang sama. Ini adalah tindakan yang sangat fatal. Gas freon di dalam kompresor berada dalam kondisi bertekanan sangat tinggi. Ketika AC dimatikan, dibutuhkan waktu sekitar 3 menit agar tekanan tersebut kembali stabil. Jika mesin langsung dipaksa menyala sebelum tekanannya stabil, kompresor akan menerima beban lonjakan listrik dan mekanis yang sangat ekstrem, memicu putusnya gulungan dinamo di dalamnya.
3. Merokok di Dalam Ruangan Ber-AC
Asap rokok adalah musuh terbesar bagi komponen indoor AC. Asap rokok membawa residu tar dan nikotin yang sifatnya lengket. Ketika disedot oleh blower AC, zat lengket ini akan menempel kuat pada jaring filter dan sirip-sirip evaporator. Debu biasa akan sangat mudah menempel pada lapisan lengket tersebut. Dalam hitungan minggu, evaporator akan tertutup kotoran pekat yang memicu timbulnya jamur, lendir yang menyumbat talang air, hingga menyebabkan embusan angin AC menjadi sangat pelan dan berbau apek yang sulit dihilangkan.
4. Tidak Memanfaatkan Fitur Timer
Banyak orang yang membiarkan AC menyala terus-menerus selama 24 jam penuh, bahkan ketika ruangan sedang kosong ditinggal bekerja. Selain membuat tagihan listrik Anda meledak, komponen motor kipas dan kompresor tentu memiliki batas kemampuan operasional. Gunakanlah fitur timer pada remote Anda. Misalnya, atur AC agar mati secara otomatis pada pukul 4 pagi ketika suhu udara di luar sudah cukup sejuk, atau atur agar baru menyala setengah jam sebelum Anda pulang ke rumah.
5. Mengabaikan Bunyi Aneh dari Mesin
Sebuah AC yang sehat seharusnya hanya mengeluarkan bunyi hembusan angin yang halus. Jika Anda mulai mendengar bunyi gemeretak, desisan pelan, atau dengung yang lebih keras dari biasanya baik di unit luar maupun dalam, jangan pernah mengabaikannya. Bunyi tersebut adalah alarm awal bahwa ada komponen mekanis yang kendor, gesekan antar baling-baling, atau kekurangan oli pada kompresor. Jika dibiarkan beroperasi dalam kondisi seperti ini, kerusakan kecil akan cepat menjalar menjadi kerusakan total yang menelan biaya perbaikan jutaan rupiah.


